TERAPI MUSIK KETIKA MUSIK MENJADI OBAT
Musik sebagai penawar stress sudah dipercaya orang sejak lama. Tapi khasiatnya tak cuma itu. Diluar sress, terapi music terbukti bisa menyembuhkan berbagai bukti bisa menyembuhkan berbagai penyakit termasuk penyakit fisik.
Music pada dasarnya tidak hanya membantu mengatasi kebosanan, mengusir kesedihan atau melepaskan stress. Musik juga bisa menjadi sarana pengganti obat-obatan medis alias sebagai terapi. Memang sebagai terapi, music belum banyak dipakai. Padahal sudah banyak penelitian yang menunjukan bahwa music bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit, mengurangi hormone stress, bahkan untuk meningkatkan intelegensia.
Di Amerika serikat dan Jerman, secara intensif para peneliti sudah mengamati music yang sejak ratusan tahun diketahui punya kekuatan menyembuhkan. Mereka menggunakan metode yang lebih modern. Lewat player mini, music mereka pakai untuk menstabilkan kondisi pasien kecil yang berada di incubator, untuk menenangkan mereka yang kesakitan di kursi dokter gigi atau yang berada di ruang bersalin, bahkan juga dipaka di pusat rehabilitasi pasien stroke. Pada penyakit yang tidak dapat disembuhkan seperti Alzheimer, music ternyata bisa membantu kondisi mental sang pasien agar tidak makin mundur.
Nah, selain itu apa saja yang berhasil disembuhkan dengan terapi music ?
STRESS
Memang penyakit yang satu ini lebih banyak di alami warga perkotaan. Apalagi mereka yang selalu sibuk dan menghadapi berbagai persoalan. Stress tak hanya akan menganggu kesehatan mental, tapi juga kesehatan fisik. Itu sebabnya, kini banyak perusahaan menggunakan music untuk mencegah munculnya stress pada karyawan. Dengan demikian, karyawan tetap produktif bekerja. Penelitian menunjukan, pekerja yang mengikuti sesi mendengarkan music saat istirahat siang atau mendengar music saat bekerja akan berkurang rasa lelah dan depresinya hingga 50 %.
NYERI
Music pun dapat membantu mengurangi rasa sakit dan nyeri. Ia pernah dibuktikan dengan penelitian pada 500 pasien yang baru menjalani pembedahan perut. Setelah rutin mendengarkan music, mereka mengaku rasa sakit berkurang. Efek yang mereka rasakan sama dengan mengomsumsi obat penghilang sakit ( pain killer ). Jenis music yang ingin didengarkan pun bisa apa saja sesuai selera masing-masing.
KEMAMPUAN BELAJAR
Terapi music kini juga banyak dipakai untuk anak-anak autis dan mereka yang mengalami kesulitan belajar. Spesialisasi music terapi, Paul Nordoff dan Clive Robbins dari Nordoff- Robbins Music Theraphy, London. Bahkan mengklaim bahwa anak yang frustasi, Seperti halnya anak autis, energinya akan meningkat ketika bermain music.
INTELEGENSIA
Kaitan music dengan kemampuan otak seseorang sudah lama kita ketahui. Itu sebabnya, banyak pakar menyarankan agar janin dalam kandungan secara rutin diperdengarkan music. Ahli dari Kanada mengatakan bahwa semakin muda seorang anak mendapatkan pelajaran music, ia akan memiliki kemampuan belajar dan mengingat lebih baik dibandingkan anak lain yang tidak mendapatkan pelajaran music.
PENYAKIT JANTUNG
Ingin mengurangi resiko terkena penyakit? Profesor Graham Welch, ahli music dan medis dari Universitas London menyarankan seringlah menyanyi. Ia menemukan bukti music dapat mengurangi kortisol ( hormon stress ) dan membuat system kardiovaskuler dan membuat system kardiovaskuler bekerja lebih baik. Bernyanyi dengan diiringi gerakan juga bermanfaat meningkatkan kadar oksigen dalam darah dan melatih otot tubuh bagian atas.
DEMENSIA
Ini adalah sejenis penyakit yang berhubungan dengan daya ingat akibat kematian sel otak abnormal. Alzheimer, termasuk dalam jenis ini. Nah, menurut hasil penelitian, pertunjukan music hidup alian live music yang memainkan lagu-lagu klasik popular pada para pasien demensia dan membuat pasien yang semula tidak bisa melakukan apa-apa ( akibat penyaki ini ) menjadi bisa berkomunikasi lagi. Bahkan yang ada yang ikut bernyanyi dan berdansa saat mendengar music.
BAYI PREMATUR
Tak hanya orang dewasa saja, bahkan bayipun menyukai music. Menurut riset yang dilakukan seorang dokter di Israel, bayi yang terlahir premature memiliki detak jantung lebih teratur dan tidur lebih nyenyak ketika mendengarkan music harpa. Music juga bisa di manfaatkan para ibu yang baru melahirkan. Selain mengurangi sakit, music dapat memulihkan stamina.
KANKER
Jika music dapat mengurangi mengurangi rasa sakit setelah melahirkan, maka music juga dapat digunakan untuk meringankan sakit dan rasa tidak nyaman pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Ini dirasakan seorang pasien di Valindre Cancer Centre, Cardiff, Inggris. Ia selalu mengadakan “ konser mini “ dengan seorang pemain harpa professional, setiap kali melakukan perawatan untuk penyakit kankernya. Terbukti, music mampu mengurangi rasa trauma akibat efek obat kemoterapi.
PELOPOR TERAPI MUSIK
Salah satu pelopor terapi music adalah dr. Ralph Spintge, ahli anestesi dari rumah sakit olahraga Hellerson professor tamu di institute penelitian music Universitas San Antonio, Texas, ini mengusulkan bukan hanya kamar yang dilengkapi music, tapi juga ruang operasinya. Dari peralatan teknologi modern yang terdiri atas enam saluran, pasien yang cuma dibius local bisa memilih irama music yang disukai. Headphone pun boleh dipakai.
Memang selama ini para dokter bedah menilai positif penggunaan music. Menurut penelitian State Unibersity of New York, dengan mendengarkan music para pelaku operasi merasa rileks saat mengerjakan “ tugasnya “. Tekanan darah dan denyut jantung mereka memang naik karena tugas berat itu tapi hanya sedikit. Selain itu, kebutuhan akan obat penenang turun samapi 50 % karena kebanyakan pasien lebih rilek saat dioperasi. Komplikasi jarang terjadi sehingga masa rawat inap bisa diperpendek.
Sampai Ke Luar Angkasa
Menurut dr. Ralph Spintge, di dalam tubuh kita pun ada music, mulai dari irama detak jantung, pernafasan, sampai berbagai aktivfitas otak. Itu sebabnya, music sering dipakai sebagai pengatur kegiatan manusia. Roket, kapal selam, hingga pesawat ruang angkasa MIR Rusia pun pun dilengkapi peralatan music dengan program khusus untuk mengatur agar para penumpangnya mengantuk atau jangan mengantuk.